Apakah Indikasi Kontra Imunisasi

Apakah Indikasi Kontra Imunisasi ? Pada umumnya tidak ada kontraindikasi untuk pelaksanaan imunisasi. Keadaan sakit yang sifatnya ringan, seperti batuk, demam ringan atau diare ringan, bukan merupakan kontraindikasi untuk dilakukan imunisasi. 

Meski pun tidak ada satu jenis vaksin pun yang dapat memberikan perlindungan mutlak 100%, namun biasanya perjalanan penyakit akan berlangsung ringan pada anak yang telah mendapat imunisasi sebelumnya. Oleh karena itu, hindarkanlah anak anda kontak dengan anak lain yang diketahaui sedang sakit.

Imunisasi Yang Direkomendasikan

Adapun jenis Imunisasi yang direkomendasikan adalah sebagai berikut :

- Imunisasi BCG untuk mencegah penyakit Tuberculosis (TBC).

- Imunisasi Hepatitis B untuk melindungi dari virus penyebab Hepatitis B.

- Imunisasi Polio untuk melindungi dari virus polio yang dapat menyebabkan 
kelumpuhan.

- Imunisasi DPT (Difteria, Pertusis, Tetanus) untuk mencegah penyakit difteria yang disebabkan oleh kuman C.diphteriae yang hidup dalam selaput lendir hidung pada pernapasan dan membentuk membran putih, sehingga menghambat pernapasan. Mencegah pertusis (batuk rejan) dan tetanus.

- Imunisasi Campak untuk mencegah penyakit campak yang dapat menimbulkan komplikasi radang otak, radang paru, radang saluran kemih dan menurunnya keadaan gizi anak.

Apakah Imunisasi Menimbulkan Demam

Apakah Imunisasi Menimbulkan Demam ? Sebagai reaksi dari pemberian kuman yang dilemahkan, tubuh membentuk perlawanan yang dinamakan antibodi. Tanda proses tersebut sedang berlangsung adalah demam ringan dan pembengkakan lokal di tempat suntikan selama 1 - 2 hari. Apabila timbul demam, berikan anak anda obat penurun panas, jika demam belum mereda setelah minum obat, konsultasikan dengan dokter anak.

Imunisasi Yang Dianjurkan

Adapun imunisasi yang dianjurkan adalah sebagai berikut :

- Imunisasi Pneumokokus (PCP) untuk melindungi anak dari penyakit IPD (Invasive Pneumococcal Disease) yang disebabkan oleh Bakteri Streptococcus pneumonia. Jenis penyakit yang tergolong IPD adalah radang paru (pneumonia), radang selaput otak (meningitis) dan infeksi darah (bakteremia).

- Imunisasi Hib (Haemophilus influenza) untuk melindungi bayi dan balita dari meningitis, pneumonia dan epiglotitis.

- Imunisasi MMR (Measles, Mumps, Rubella) untuk melindungi dari Campak, gondongan dan rubella (campak Jerman).

- Imunisasi Tifoid untuk melindungi dari penyakit tifus.

- Imunisasi Influenza untuk melindungi dari kemungkinan terpapar flu berat.

- Imunisasi Varicella (Cacar Air), Imunisasi Hepatitis A dan Imunisasi HPV (Human Papilloma Virus) untuk melindungi anak dari virus HPV penyebab kanker rahim.

Mengapa Imunisasi Itu Penting

Mengapa imunisasi itu penting ? Imunisasi adalah suatu tindakan memberikan kekebalan terhadap penyakit dengan memasukkan kuman yang telah dilemahkan atau dimatikan yang biasa disebut vaksin ke dalam tubuh. Imunisasi merupakan cara termurah, teraman, termudah dan terbaik untuk mencegah anak anda terjangkit. 

Dibutuhkan pengertian dan kesadaran orang tua untuk imunisasi secara lengkap bagi anaknya. Dengan memberikan imunisasi kepada anak, selain ia sendiri terlindung dari penyakit, anda pun juga turut melindungi beribu-ribu anak lainnya.